26 June 2017

Posted by gerimis on November 03, 2015

Depok/sulbarnews.com--Sebanyak 34 Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) dari SeluruhvIndonesia hari ini berkumpul di kota Depok Provinsi Jawa Barat dalam rangka mengikuti Musyawarah Kerja Nasional ( Mukernas). Para DPTW ini adalah para Pengurus baru hasil Pemilu Internal kemarin yang bekerja mulai 2015 hingga 2020. Selain itu hadir pula 40 Calon Kepala Daerah dari asal PKS.

Presiden PKS Dr. Muh Shohibul Imam Mengatakan bahwa Mukernas ini dilaksanakan dalam rangka menyusun program kerja. “Ada 70 item program strategis yang akan kita laksanakan pasca mukernas ini. Ujarnya.

Sebagai partai DAKWAH lanjut Shohibul, “kita tidak akan berhenti untukmelaksanakan program pelayanan dan itu tidak dipengaruhi oleh kegiatan muswil dan alih kepemimpinan DPW dan DPD se indonesia bahkan di DPP”.

“Kita tetap melaksanakan pelayanan ke RAKYAT dan itu terwujud dalam penangangan bencana kabut asap dengan memunculkan GENTA PKS, Gerakan Nasional Tanpa Asap. Genta adalah lonceng, pengingat bahwa bencana asap adalah masalah bangsa dan ini harus melibatkan banyak orang, ini.juga bermakna bahwa program ini bukan hanya milik PKS”. Tegasnya.

Sebagai Informasi Program Genta PKS dimulai dengan pembagian masker, dan sumbangan dimana terkumpul 600 juta rupiah uang yg bersumber dari rapel tunjangan pejabat PKS. Sholat istisqa, dll.

Terkait dengan kebijakan politk, Suksesor Anis Matta ini meminta dukungan partai politik lain untuk bersama sama mensikapi bencana ini.”
Kami pun mengkritisi APBN 2016, maksudnya agar APBN 2016 jauh lebih kredibel.

Kredibel artinya perencanaan yang kongkrit dan berkesinambungan. Dan itu tertuang dalam 18 catatan koreksi APBN 2016” Ungkapnya.

“Kami oposisi loyal , loyal kepada kepentingan bangsa dan negara. Kritik bukan berarti tidak suka pada pemerintah. Kritik adalah vitamin bagi lancarnya pelaksanaan pemerintahan. Fungsi vitamin itu memperlancar metabolisme dalam tubuh, jika tepat dosisnya akan sehat dan
kalau overdosis tidak ada efek sampingnya”. Tegasnya.

Di bidang Ekonomi, mantan Rektor Universitas Paramadina Jakarta ini pun berharap kepada pemerintahan jokowi JK bisa lebih baik lagi. pemerintah harus memiliki ruang fiskal yang cukup.

Dalam 8 bulan pemerintah jokowi-JK angka kemiskinan naik 80.000. Penanganan hukum juga semakin tidakjelas arahnya. Pemerintah belumlah maksimal menangani bidang sosial budaya dan konflik seperti di tolikara dan singkil pun terjadi. juga dalam penanganan undang undang partai politik yang masih belum harmonis dan cenderung berubah ubah.

Diakhir orasinya, mantan wakil ketua DPR RI ini meghimbau bahwa Perlu ada agenda restrukturisasi ekonomi dengan Memperbaiki dasar dasar ekonomi dan membenahi pranata hukum yang terlihat belum kokoh.(gerimis)

Tags: 

Categories: 

Add new comment

CAPTCHA
Pertanyaan ini untuk menguji apakah Anda adalah pengunjung manusia dan untuk mencegah kiriman spam otomatis.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.

News Stories

Polewali. (Sulbarnews.com) Setelah...
Pengamanan PILGUB SULBAR 2017 Mamuju...

PT Sulbarnews dan Tabloid

Untuk Pemasangan Iklan Banner. Telp : 2325139 - SMS : 081398181002. email : info@sulbarnews.com

left