23 June 2017

Posted by gerimis on January 25, 2016

Pimpinan sering memiliki perbedaan dalam menerapkan managemen pengelolaan, termasuk di birokrasi. Dalam managemen, ada namanya hukum Packard. Katanya, tidak ada perusahaan yang dapat konsisten meningkatkan penghasilannya secara lebih cepat, dibandingkan kemampuannya dalam mendapatkan cukup banyak orang yang tepat guna menerapkan pertumbuhan.

Dengan begitu, pilihannya adalah apakah kita mendahulukan memilih orang yang tepat, loyal, tulus, hebat dan profesional. Ketimbang kita harus memilih untuk membimbing dan mengawasi serta mengelola terus-menerus agar tercapai tujuan.

Dalam satu tim kerja, memilih orang adalah langkah yang sangat menentukan dalam suksesnya sebuah organisasi. Memilih profesional dengan taruhan mandiri, atau memilih kawan dengan taruhan bimbingan. Yang baik adalah kawan yang profesional agar tim work bekerja maksimal dan loyalitas berjalan tanpa pengawasan. Karena dibangun bersama untuk satu tujuan bersama pula.

Orang-orang terbaik tidak perlu dikelola. Mereka hanya perlu dibimbing dan dipimpin. Tapi orang yang lemah membutuhkan waktu untuk dikelola terus-menerus. Pimpinan akan banyak kehilangan waktu bila energinya habis digunakan untuk mengelola para SKPD.

Akan tetapi organisasi akan kehilangan haluan bila orang yang dipilih tidak tepat dan tak mandiri serta profesional. Kemudian dibiarkan bekerja tanpa arahan dan bimbingan yang jelas.

Memilih dan mengelola adalah suatu pilihan. Managemen akan rontok bila kita salah menerapkan, menganggap pilihan kita baik. Tapi ternyata yang ada hanyalah pemain cadangan dengan kualitas rendah. Kemudian meninggalkan dan mempercayakan satu tanggung jawab penuh organisasi atau perusahaan. Maka di sana akan terjadi tumpang tindih dan saling menganggap hebat dan benar.

Kalau itu yang terjadi maka kegagalan bakal menanti. Capaian yang diharap pun akan gagal. Sekaligus akan lemah bila berhadapan dengan legislatif maupun lembaga lain.

Bupati baru pilihan rakyat, sebentar lagi akan dilantik dan memegang tanggung jawab besar untuk mengelola daerah. Di sana akan diwujudkan visi dan janji kampanyenya dalam rentang waktu 5 tahun.

Pemimpin yang hebat akan memulai transformasi dengan memilih orang-orang yang tepat untuk diajak 'naik bus'. Jangan ragukan orang, dan ketika ragu maka lakukan pencarian terus untuk mendapatkan orang hebat yang akan bersama dalam mengelola daerah.

Orang yang ada di bus bisa direvitalisasi atau pun menurunkan sebagian penumpangnya agar tidak jenuh. Orang hebat yang dimaksud sebagian cirinya adalah mereka suka berdebat untuk mencari inovasi dan transformasi. Tapi ketika keputusan sudah diambil, proses diskusi dan debat selesai. Lalu semua tunduk pada putusan bersama, tujuan bersama serta untuk kepentingan publik.

Karena itu, hindari orang yang senang politik intrik dalam birokrasi. Karena akan menjadi bibit untuk merusak hubungan antara Bupati dan Wakilnya. (SDK)

Tags Opini: 

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
Pertanyaan ini untuk menguji apakah Anda adalah pengunjung manusia dan untuk mencegah kiriman spam otomatis.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.
left